
Sebanyak 14 kabupaten, kota di Jawa Timur diobok-obok KPK gadungan. Dengan modus mengaku sebagai jajaran KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) lantas meminta uang kepada Kepala Desa dan melakukan pelatihan terkait pengunaan dana desa.
Hal tersebut sudah diketahui Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Usai menggelar rapat tertutup dengan Deputi Pengawasan Internal Dan Pengaduan Masyarakat KPK, Ranu Wiharya yang diikuti bupati dan walikota sekaligus jajaran Kepala Dinas Provinsi Jatim di Gedung Grahadi, Surabaya.
"Saat ini tidak hanya bermunculan polisi gandungan, jaksa gadungan, bahkan juga bermunculan petugas KPK gadungan di 14 kabupaten kota yang menjadi sasaran," kata Soekarwo.
Modus KPK gadungan dengan meminta uang kepada Kepala Desa sekaligus melakukan pelatihan pengunaan dana desa agar tidak terjebak dalam kasus korupsi.
Menyikapi fakta itu, Pemprov Jatim tanggal 8 nanti akan mengumpulkan seluruh kepala daerah, kepala desa, camat di seluruh Jawa Timur untuk sosialisasi terkait maraknya KPK gadungan.
Para KPK gadungan menggunakan segala cara agar menyakinkan korbannya, bahkan mereka memiliki kartu identitas petugas atau pejabat di KPK. Tidak hanya itu mereka juga memiliki surat tugas dari komisi pemberantasan korupsi untuk mengawasi pengunaan dana desa. Padahal petugas atau pejabat KPK yang sebenarnya tidak memiliki kartu identitas dari KPK. (pul)
Sumber : http://www.pojokpitu.com/
Belum ada tanggapan untuk "Waspada Modus Penipuan, 14 Kabupaten Kota Di Jawa Timur Diobok-Obok KPK Gadungan"
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.